Diposkan pada IPS

Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga

 

Hasil gambar untuk gambar peta indonesia dan negara tetangga

Gejala alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh kondisi alam. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak gejala(peristiwa) alam yang terjadi di permukaan bumi. Terjadinya gejala alam berkaitan erat dengan kenampakan alam. Gejala alam ada yang menguntungkan dan ada yang menimbulkan kerugian bagi manusia. Gejala alam yang menimbulkan kerugian disebut dengan bencana alam.

Bencana alam terjadi hampir diseluruh dunia. Gejala alam sangat erat kaitannya dengan kenampakan muka bumi. Secara umum, kenampakan muka bmi Indonesia dan negara-negara tentangga anggota ASEAN hampir sama. Dapat dikatakan bahwa gejala alamnya pun hampir sama.

Secara geologis, sebagian besar wilayah Asia Tenggara dilalui pegunungan lipatan muda jalr mediteran. Pegunungan mediteran ini mulai dari pegunungan Arakan Yoma (Myanmar), sebagai kelanjutan Pegunungan Himalaya, ke Pegunungan Andaman, dan Nikobar di sebelah utara sumatera, terus ke Pegunungan Bukit Barisan Sumatera, pegunungan yang membentang dari Barat ke Timur Pulau Jawa, kemudian ke Kepulauan Nusa Tenggara, dan berakhir di Laut Banda. Dengan demikian, ada beberapa persamaan diantara beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Bencana Alam bisa terjadi karna faktor alam itu sendiri. Namun, bisa juga terjadi karna perilaku manusia yang mengubah tatanan alam secara sembarangan. Marilah kita bahas lebih lanjut tentang gejala alam yang sering terjadi di Indonesia dan Negara tetangga.

A. Peristiwa Alam di Indonesia

Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam. Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam. Gejala atau peristiwa alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, angin topan, tsunami, dan tanah longsor. Gejala alam ini timbul  disebabkan oleh alam,tetapi ada juga gejala alam yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

1. Macam-macam Gejala Alam yang Terjadi di Indonesia

  1. Gunung Meletus

Hasil gambar untuk gunung krakatau

Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Perlu kalian ketahui bahwa hanya gunung berapi yang masih aktif yang dapat meletus. Mengapa gunung berapi dapat meletus? Gunung berapi meletus karena terjadi gerakan magma dari perut bumi dan keluar melalui permukaan bumi. Gunung api yang pernah meletus antara lain Gunung Kelud, Gunung Galunggung, Gunung Agung, Gunung Merapi,Gunung Krakatau dan lain-lain.

Letusan gunung berapi terjadi apabila magma naik melintasi kerak bumi dan muncul di atas permukaan. Pada dasarnya, gunung berapi terbentuk saat pertama kali magma meletus ke permukaan. Setelah magma terbentuk, sebuah gunung berapi akan terus meletus selama masih banyak magma yang terkandung di dalamnya. Jarak antara satu letusan dengan letusan yang lain membutuhkan waktu yang relatif lama.

2. Gempa Bumi

Hasil gambar untuk gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Gempa bumi datangnya tidak mampu diprediksi sebelumnya. Kejadiannya begitu cepat dengan dampak yang begitu hebatnya. Akibat yang ditimbulkannya pun sangat luar biasa karena mencakup wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar batas negara. Sifat getaran gempa bumi yang sangat kuat dan merambat ke segala arah mampu menghancurkan bangunan bangunan yang kuat sehingga korban nyawa tidak dapat dihindarkan. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi:

1) Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi.

2) Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung api.

3) Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah.

Pada pertengahan tahun 2006 terjadi gempa bumi yang hebat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini kekuatannya mencapai 5,9 skala richter. Kejadian tersebut menelan banyak korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan. Penduduk mengungsi ke tempat yang aman seperti di tanah lapang atau jalan-jalan besar. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.

3. Tsunami

Hasil gambar untuk tsunami

Tsunami berasal dari Bahasa Jepang “su” artinya pelabuhan dan “namI” artinya gelombang. Tsunami adalah gelombang laut dengan kecepatan tinggi yang ditimbulkan oleh adanya gangguan yang bersifat tiba-tiba dari dasar laut. Gangguan tersebut berupa: gempa bumi tektonik, letusan gunung api, karena jatuhnya benda langit (misal meteor) di dalam laut, longsoran tanah yang terjadi di dasar laut. Indonesia rawan tsunami dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan sekaligus merupakan daerah pertemuan tiga lempeng yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia.

Jika gempa bumi terjadi di daerah dekat atau dasar laut maka dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa. Pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara terjadi gempa bumi berskala 8,9 skala richter di dasar laut yang mengakibatkan gelombang tsunami yang paling dahsyat dan merupakan bencana alam internasional. Kurang lebih 120.000 orang meninggal dunia dan hilang. Tahun 2006 tepatnya pada tanggal 16 Maret, Indonesia dilanda tsunami lagi tepatnya di daerah sekitar Pantai Pangandaran. Pada saat itu terjadi gempa bumi di dasar laut dengan kekuatan gempa sekitar 6,8 skala richter.

4. Banjir

Hasil gambar untuk banjir

Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas, hal ini terjadi jika terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti dan dalam jangka waktu yang relatif lama, genangan air yang mengalir sangat deras dengan ketinggian melebihi tingkat normal. Banjir bandang adalah banjir yang sangat besar dan berbahaya. Banjir sering disebut air bah. Banjir merupakan gejala alam yang sering melanda wilayah Indonesia. Peristiwa banjir bandang kembali menimpa ibu kota Jakarta bulan Februari 2007. Hampir seluruh wilayah Jabodetabek terendam air. Peristiwa alam ini menelan banyak korban jiwa. Beberapa korban yang mengungsi di berbagai penampungan mulai terserang penyakit

Faktor penyebab banjir:

FAKTOR ALAM: curah hujan tinggi, daerah yang lebih rendah dari permukaan air laut, adanya pasang surut air laut.

FAKTOR MANUSIA: penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah sembarangan, penggundulan hutan. Penebangan pohon-pohon di hutan secara liar, pembangunan vila-vila di pegunungan atau membuang sampah di sungai dapat menimbulkan bencana banjir. Pohon-pohon sangat berguna untuk menahan air hujan agar tidak langsung ke pemukiman. Akar-akar pohon akan menyerap air hujan sehingga air yang mengalir ke daratan sedikit.

Jika tidak ada pohon di hutan maka air hujan langsung menuju ke pemukiman dalam jumlah besar sehingga air meluap. Begitu pula ketika sungai penuh dengan sampah dan banyak pemukiman kumuh di sekitarnya, maka sungai akan mengecil dan tidak mampu menampung debit air yang banyak dari pegunungan sehingga air meluap di pemukiman penduduk.

5. Angin Topan

Hasil gambar untuk angin topan

Angin topan adalah udara yang bergerak dari tekanan udara maksimum ke tekanan udara minimum. Penyebab terjadinya angin topan adalah karena adanya pergerakan udara yang sangat kencang. Tiupan angin topan mampu merobohkan berbagai bangunan dan merobohkan pohon.

Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang sehingga mampu memporak porandakan benda-benda yang dilewatinya. Jika kekuatan angin topan tersebut besar akan mampu merobohkan rumah atau pohon-pohon yang besar. Di Indonesia terjadi pada awal tahun 2004 di daerah Batu Layar, Lombok, Nusa Tenggara Barat dan di Katon, Bali. Tahun 2006 terjadi topan Isobel yangsemula hanya berupa bibit badai di sebelah selatan Kepulauan Nusa Tenggara kemudian bergerak ke Australia.

6. Tanah Longsor

Longsor terjadi saat lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Hal ini biasanya terjadi karena curah hujan yang tinggi, gempa bumi, atau letusan gunung api. Longsor dapat terjadi karena patahan alami dan karena faktor cuaca pada tanah dan bebatuan. Ketika longsor berlangsung lapisan teratas bumi mulai meluncur deras pada lereng.
Jumlah tanah yang besar dari luncuran tanah dan lumpur inilah yang merusak rumah-rumah, menghancurkan bangunan yang kokoh dalam hitungan detik. Meskipun tanah longsor merupakan gejala alam tetapi ada kegiatan manusia yang mampu menyebabkan gejala alam tanah longsor. Seperti penebangan pepohonan secara liar di daerah lereng, penambangan bebatuan dan tanah yang mampu menimbulkan ketidakstabilan lereng, pemompaan dan pengeringan air tanah yang menyebabkan turunnya level air tanah.

Hasil gambar untuk tanah longsor

Gejala alam ini terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng satu kawasan, semakin besar kemungkinan terjadi longsor. Di Pulau Sumatra sering terjadi peristiwa tanah longsor yang menelan korban harta benda dan jiwa.

7. Gempa Bumi

Gempa bumi yang dibedakan menurut penyebab kejadiannya memiliki sebab masing-masing sesuai dengan nama dan jenis gempa tersebut.

Hasil gambar untuk gempa bumi

1) Gempa bumi tektonik

Gempa ini disebabkan oleh adanya pergeseran kerak bumi. Gempa bumi tektonik terjadi akibat pelepasan tenaga dari pergeseran lempeng-lempeng tektonik di permukaan bumi. Lempeng tektonik adalah suatu bagian kerak bumi yang sangat keras. Di bawahnya terdapat lapisan bumi yang lebih lunak sehingga lempeng-lempeng ini seolah-olah terapung. Beberapa ahli menyatakan bahwa lempengan lempengan ini selalu bergerak menjauh, bergesekan, atau bertabrakan satu sama lain. Menurut para ahli geologi, Indonesia adalah gugusan pulau yang mengapung di kerak bumi yang dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.

2) Gempa bumi vulkanik

Gempa ini disebabkan adanya aktivitas gunung berapi yang akan meletus. Gempa bumi terjadi ketika gunung api akan meletus, pada saat letusan, dan beberapa waktu setelah letusan utama. Jadi, timbulnya gempa hanya ada di sekitar gunung berapi.

3) Gempa tanah runtuh Gempa tanah runtuh adalah gempa yang mengiringi bagian gua yang roboh, misalnya gua kapur atau lorong pertambangan yang lapuk. Gempa ini hanya terjadi di sekitar runtuhnya tanah tersebut.

8. Angin jatuh/ angina fohn

Angin fohn adalah angin yang berembus ke atas puncak pegunungan dengan suhu yang terus berkurang, kemudian berembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu kembali naik dengan kelembapan yang rendah.

Hasil gambar untuk Angin jatuh/ angin fohn

Angin fohn ditiap daerah berbeda-beda, sbb:

Angin Gending di Probolinggo

Angin Kumbang di Brebes (Jateng)

Brubu di Makasar

Angin Wambrau di Biak (Papua)

Angin Bohorok di Deli (Sumatra Utara)

9. Kebakaran hutan

       Hasil gambar untuk kebakaran hutan

Kebakaran hutan adalah peristiwa dimana wilayah yang terdapat banyak pohon, semak, paku-pakuan, dan rumput mengalami perubahan bentuk yang disebabkan pembakaran yang besar-besaran. Kebakaran hutan menyebabkan hutan dilanda api sehingga membuat hutan lenyap dimakan api. Dampak yang disebabkan kebakaran hutan dapat berupa positif dan negatif tetapi dampak negatif melebihi dampak pofitif.

Penyebab terjadinya kebakaran hutan ada dua macam yaitu faktor alam dan faktor ulah manusia. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh faktor alam bisa berupa kekeringan, musim panas yang berkepajangan, dan sambaran petir. Terjadinya angin yang kencang juga bisa menyebabkan kebakaran hutan. Apabila dua batang pohon bergesekan karena tertiup angin kencang maka bisa menyulut api kecil yang menajadi besar.

Kebakaran hutan yang disebabkan oleh faktor ulah manusia yaitu pembakaran hutan secara sengaja untuk membuka lahan baru, membuang sembarangan putung rokok, dan membakar sampah di dekat hutan. Faktor ulah manusia sebagai penyebab kebakaran hutan melebihi dari pada faktor alam. Sebagai contoh 95 persen kebakaran hutan di Indonesia disebabkan oleh ulah manusia.

Akibat dari terjadinya kebakaran hutan memberikan dampak yang besar untuk lingkungan yaitu kabut asap, matinya pepohonan, binatang tidak mempunyai tempat tinggal, dan menjadi penyebab dari terjadinya banjir dan tanah longsor.

Sebab-sebab Terjadinya Gejala Alam

Hasil gambar untuk sebab sebab terjadinya bencana alam

Gejala alam di Indonesia terjadi karena berbagai sebab di antaranya wilayah Indonesia yang dilintasi oleh dua jalur pegunungan yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung berapi. Aktivitas gunung berapi menyebabkan terjadinya gempa vulkanik, sedangkan pergeseran lempeng benua menyebabkan gempa tektonik. Bila pusat gempa terjadi di lautan maka  akan terjadi badai tsunami. Iklim di Indonesia menyebabkan angin musim yang kadangkadang bisa terjadi angin topan, sedangkan curah hujan yang terjadi menyebabkan banjir dan tanah longsor.

B. Gejala Alam di Negara-negara Tetangga

Gejala alam tidak hanya melanda di negeri kita saja, tetapi negara-negara tetangga juga mengalami hal serupa. Secara umum gejala alam yang terjadi di Indonesia pun juga tidak jauh berbeda dengan gejala alam yang terjadi di negara tetangga kawasan Asia Tenggara. Adapun gejala atau peristiwa alam yang terjadi di negara-negara tetangga antara lain:

  1. Gempa Bumi

Hasil gambar untuk gempa bumi

Gempa bumi dahsyat yang datang pada musim dingin bulan Januari 1995 menghancurkan kota Kobe sekitar 500 km sebelah barat Tokyo. Negara Jepang merupakan wilayah yang berisiko tinggi terhadap bahaya gempa bumi dan letusan gunung berapi. Pada tanggal 27 Desember 2006 negara Taiwan diguncang gempa dengan kekuatan 7,1 skala Richter. Akibat gempa tersebut jaringan kabel bawah laut  Taiwan rusak hingga memperlambat layanan internet sehingga mengganggu transaksi perbankan khususnya di pasar uang.

  1. Badai/Topan
  • Badai/ siklon tropis
Hasil gambar untuk Badai/ siklon tropis

 

Adalah angin ribut yang berpusat dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis. Siklon tropis sering muncul di Samudera Hindia dan perairan Barat Australia. Negara tetangga yang sering dilanda siklon tropis adalah Filipina. Negara Filipina pada tanggal 1 Desember 2006, dilanda badai yang disebut dengan badai/topan Durian. Topan tersebut menghantam kawasan gunung berapi Manyon, daerah timur Filipina yang berjarak 350 km selatan ibu kota Filipina.

Kecepatan topan Durian itu mencapai 225 kilometer per jam yang mampu mengangkat atap rumah, menerbangkan jendela dan mencabut pohon beserta akar-akarnya. Karena menghantam kawasan gunung berapi, badai ganas ini menimbulkan banjir bandang yang disertai longsor lumpur vulkanik. Puluhan desa terkubur dalam longsoran tersebut. Selain topan Durian negara Filipina juga pernah diserang badai Bilis dengan kecepatan 75 km per jam dan putaran angin dengan kecepatan 95 km per jam.

Gambar terkait

Topan Cimaron dengan kecepatan 200 km per jam juga pernah menyapu Filipina bagian utara. Pada tanggal 11 Agustus 2006 negara Cina tepatnya di Provinsi Fujian diterjang badai Saomai dengan kecepatan 216 km per jam dan mampu menenggelamkan 1.000 kapal nelayan. Negara Vietnam pada tanggal 5 Desember 2006 diterjang topan Durian yang mengakibatkan banyak orang meninggal, ratusan kapal karam serta merusak ratusan rumah. Badai yang membawa angin dengan kecepatan 120 km per jam ini juga diiringi dengan hujan deras yang menyebabkan banjir bandang.

Siklon tropis mempunyai nama lain di tiap negara:

  • Di Filipina disebut TAIFUN, seperti TAIFUN BAGYO dan TAIFUN NINA.
  • Di Myanmar disebut siklon tropis NARGIS
  • Di Vietnam disebut badai tropis LEKIMA, selain itu ada pula: topan DURIAN dan topan KETSANA serta badai tropis CHANCU.
  • Di dekat Australia disebut badai tropis WILLY.
  1. Tanah Longsor

Hasil gambar untuk tanah longsor di filipina

Tanah longsor pernah terjadi di negara Filipina tepatnya di desa Guinsaigon, Saint Bernard, sebelah selatan Pulau Leyte Filipina Tengah. Ratusan rumah terkubur akibat bencana tanah longsor ini. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut secara berturut-turut merupakan penyebab terjadinya tanah longsor ini. Tanah di sekitar wilayah tersebut menjadi labil sehingga mampu menumbangkan pepohonan dan ikut hanyut bersama dengan arus air yang deras.

  1. Banjir

Gambar terkait

Negara Malaysia tepatnya di Kuala Lumpur akhir tahun 2006 dilanda bencana alam banjir sehingga lebih dari 30.000 orang mengungsi. Banjir tersebut memutus jalur transportasi jalan dan kereta api di seluruh wilayah negara bagian Johor. Banjir besar juga melanda sebagian Singapura yang mengakibatkan tanah longsor dan sejumlah persimpangan jalan tidak dapat dilalui oleh alat transportasi. Genangan besar terjadi di bagian utara dan tengah Singapura.

  1. El Nino

Hasil gambar untuk el nino

El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti sang bayi kristus. Dinamakan El Nino karena sering muncul ketika perayaan Natal di akhir tahun. El Nino merupakan interaksi antara atmosfer tropis dan samudra tropis. Setiap dua hingga tujuh tahun sekali. Perubahan tekanan udara di atas Samudra Pasifik menyebabkan angin tropis bertiup menuju khatulistiwa. Hal ini mengakibatkan permukaan perairan menjadi hangat. Suhu panas yang ditimbulkan El Nino dapat mematikan banyak ikan dan burung laut karena menghambat naiknya perairan dingin yang kaya nutrisi ke permukaan.

LA NINA dan EL NINO merupakan bentuk gejala peenyimpangan iklim. LA NINA adalah proses mendinginnya suhu permukaan air laut di bawah rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah di sekitar Khatulistiwa. Gejala ditandai tetap tingginya curah hujan di saat seharusnya curah hujan sudah mulai menurun. Gejala LA NINA menyebabkan hujan lebat, badai tropis, dan banjir. EL NINO merupakan kebalikan dari La Nina. EL NINO adalah gejala menghangatnya temperature permukaan air laut di atas rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah. Gejala EL NINO ditandai dengan panas yang tidak normal yang mengganggu pola curah hujan dan angin. Gejala EL NINO menyebabkan kekeringan.

Angin fohn yang terjadi di Indonesia antara lain sebagai berikut:

  1. Angin Bahorok (Deli, Sumatera Utara)
  2. Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat)
  3. Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur)
  4. Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan)
  5. Angin Wambraw (Biak, Irian Jaya)

C. Peristiwa Alam yang Terjadi karena Perilaku Manusia

  1.   Penebangan hutan secara liar / pembalakan liar/ ILLEGAL LOGGING

Hasil gambar untuk Penebangan hutan secara liar / pembalakan liar/ ILLEGAL LOGGING

Akibat yang ditimbulkan: banjir, tanah longsor, kekeringan di musim kemarau, punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan, bertambahnya lahan tandus.

     2. Peladangan berpindah

Adalah kegiatan pertanian yang dilakukan dengan cara berpindah-pindah dari lahan satu ke lahan lainnya. Akibat : sering terjadi kebakaran hutan.

    3. Membuang sampah sembarangan

Hasil gambar untuk membuang sampah sembarangan

Akibat: banjir, polusi tanah, air, dan udara.

   4. Kegiatan penambangan

Hasil gambar untuk penambangan

Penggalian barang tambang yang tidak memperhatikan lingkungan menyebabkan tanah longsor dan kerusakan lingkungan.

D. TAHAP PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

  1. Pencegahan dan mitigasi bencana

Mitigasi Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana

Hasil gambar untuk mitigasi bencana

  • menerbitkan peta wilayah rawan bencana
  • pembuatan waduk untuk mencegah terjadinya banjir dan kekeringan
  • penanaman pohon bakau/mangrove di sepanjang pantai untuk menghambat gelombang tsunami.

2. Kesiap-siagaan

Hasil gambar untuk Kesiap-siagaan

Kesiap-siagaan adalah segala upaya sistematis dan terencana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.

  • mengaktifkan pos-pos siaga bencana

3. Tanggap darurat

Hasil gambar untuk Tanggap darurat

Tanggap darurat adalah upaya terencana dan terorganisasi pada kondisi darurat dan dalam waktu yang relatif  singkat

  •  evakuasi dan pencarian korban

4. Rehabilitasi

Rehabilitasi adalah segala upaya yang dilakukan agar para korban, kerusakan sarana dan prasarana,serta fasilitas umum yang diakibatkan bencana dapat berfungsi kembali

  •  menangani kondisi kejiawaan korban bencana

5. Rekontruksi

Rekontruksi adalah segala upaya yang dilakukan untuk membangun kembali sarana dan prasarana,serta fasilitas umum yang rusak akibat bencana sehingga dapat berfungsi kembali untuk menata tatanan kehidupan

  • memperbaiki dan membangun kembali sarana dan prasarana

E. PIHAK-PIHAK YANG TURUT MENANGANI BENCANA

Hasil gambar untuk PIHAK-PIHAK YANG TURUT MENANGANI BENCANA

  1. Pemerintah

Pemerintah memiliki departemen yang membawahi lembaga atau badan yang berfungsi menghimpun dan memberikan informasi atas gejala-gejala alam. Lembaga atau badan tersebut antara lain adalah : Badan Meteorologi, Dinas Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas (Badan SAR Nasional), Palang Merah Indonesia.

  1. Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat seperti : LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Organisasi Kemasyarakatan, Relaan, dan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi.
  2. Dunia Internasional

F. TINDAKAN APA SAJA YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT TERJADI BENCANA ALAM?

Tindakan Saat Gempa Bumi

Hasil gambar untuk Tindakan Saat Gempa Bumi

  1. Apabila kita berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.
  2. Apabila kita di dalam ruangan rumah, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh. Ingat! Jangan berlindung di balik lemari karena bisa roboh akibat getaran gempa.
  3. Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburu-buru keluar rumah.
  4. Selamatkan diri dengan mencari ruangan terbuka seperti lapangan atau sawah.

Tindakan Saat Gunung Api Meletus

Hasil gambar untuk Tindakan Saat Gunung Api Meletus

  1. Ajaklah orang-orang untuk menghindari daerah bahaya. Yang dimaksud daerah bahaya adalah lereng gunung, lembah, atau kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
  2. Pemerintah akan menyediakan angkutan untuk pengungsian. Masyarakat harus mengungsi ke barak pengungsian.
  3. Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Kita bisa mengenakan masker, topi, celana panjang, dan baju lengan panjang.
  4. Abu letusan berbahaya bagi tubuh. Usahakan jangan menghirup secara langsung udara yang terkena abu letusan.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir

Hasil gambar untuk Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir

  1. Bawalah dokumen berharga dan perlengkapan pengungsian yang penting. Matikan listrik, kompor, dan pastikan rumah dalam kondisi terkunci.
  2. Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Hati-hatilah saat melewati kabel-kabel atau benda-benda yang mengandung listrik.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan

Hasil gambar untuk Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan

  1. Segera masukkan benda-benda penting yang berada di luar ke dalam rumah. Hal ini penting agar tidak terbawa angin. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat. Pusaran angin bisa masuk melalui lubang-lubang tersebut. Akibatnya bisa fatal, seluruh rumah bisa porak-poranda terbawa angin.
  2. Apabila angin semakin kencang, segera matikan aliran listrik dan kompor. Ingat! Selama ada angin kencang jangan menyalakan televisi, radio, atau benda-benda yang menggunakan arus listrik.
  3. Tenanglah beberapa saat di dalam rumah. Jangan mencoba melihat ke luar rumah. carilah berita secara pasti tentang bencana tersebut.

untuk lebih memahami materi ini, simak video berikut ini

peristiwa alam yang terjadi di indonesia dan negara tetangga

Untuk lebih memahami materi, kerjakan soalnya yaaa,,,

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

  1. Bagian permukaan bumi yang berupa hamparan yang tidak digenangi air dinamakan ….

a. Perairan                    c. Daratan

b. Pegunungan           d. Perbuktian

  1. Daerah perbatasan antara daratan dan lautan disebut ….

a. Pasir                  c. Semenanjung

b. Teluk                  d. Pantai

  1. Berikut adalah manfaat sungai untuk kehidupan sehari-hari ….

a. Sarana transportasi           c. Tempat membuang limbah

b. Sarana irigasi                     d. Wahana pariwisata

  1. Bencana yang dapat disebabkan oleh ulah manusia adalah ….

a. Tsunami                          c. Angin topan

b. Gunung meletus           d. Banjir

  1. Proses memindahkan penduduk dari tempat bencana dinamakan ….

a. Evakuasi              c. Transmigrasi

b. Mitigasi               d. Imigrasi

  1. Gempa bumi yang disebabkan oleh gunung metus disebut ….

a. Gempa tektonik         c. Gempa vulkanik

b. Gempa terban           d. Gempa susulan

7.  Penebangan pohon di hutan dengan memperhatikan usia dan ukuran pohon dinamakan ….

a. Reboisasi               c. Tebang pilih

b. Irigasi                     d. Tebang tanam

8. Berikut adalah materi-materi yang dikeluarkan oleh gunung meletus, kecuali ….

a. Awan panas           c. Lahar

b. Abu                          d. Kayu

9. Gunung yang meletus pada tahun 1883 yang sekarang bertempat di antara pulau   Jawa dan Pulau Sumatra adalah ….

a. Gunung Tambora          c. Gunung Merapi

b. Gunung Krakatau          d. Gunung Sinabung

   10.Tsunami di Aceh terjadi pada tanggal ….

a. 26 Juli 2005                    c. 26 Desember 2004

b. 26 Mei 2005                   d. 26 Agustus 2004

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

  1. Sebutkan bencana-bencana alam yang bisa diakibatkan karena ulah manusia !
  2. Sebutkan bencana-bencana yang terjadi secara alamiah!
  3. Sebutkan cara-cara untuk mencegah banjir!
  4. Sebutkan penyebab-penyeban Indonesia menjadi negara yang rawan gempa bumi!
  5. Sebutkan tanda-tanda terjadinya tsunami!

Sumber :

Diposkan pada IPS

Perkembangan Sistem Administrasi Wilayah Indonesia

Hasil gambar untuk peta indonesia

Nama resmi negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nama Indonesia berasal dari bahasa Latin Indus yang berarti India dan bahasa Yunani “nesos” yang berarti pulau. George Earl adalah etnolog berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1850 ia mengusulkan nama Indunesian untuk penduduk “kepulauan India”. Mahasiswanya yang bernama J.R.Logan, menggunakan nama Indonesia sebagai sinonim Kepulauan India. Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempopulerkan nama Indonesia dalam sebuah bukunya pada tahun 1890-an.

Sarjana Indonesia yang secara terang-terangan menggunakan nama Indonesia pertama kali adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau menggunakan nama Indonesia ketika mendirikan biro penerbitan di Belanda tahun 1913.

Hasil gambar untuk ki hajar dewantara

Gambar : Ki Hajar Dewantara

Indonesia terletak di ekuator sehingga beriklim tropis. Wilayahnya diapit oleh dua benua yaitu yaitu Benua Asia dan Australia. dan dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Hasil gambar untuk benua asia dan australia

Dengan ketinggian 5.030 m, Puncak Jaya di Papua merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Danau Toba diSumatera merupakan danau terluas, 1.145 km2. Sungai-sungai terbesar ada di Kalimantan yaitu Kapuas, Mahakam dan Barito. Lokasi Indonesia di pertemuan antara lempeng tektonik Pasifik, Eurasia, dan IndoAustralia. Letak ini menyebabkan letusan gunung berapi dan gempa bumi sering terjadi. Keuntungannya, debu dari gunung berapi menyebabkan tanah kita subur. Keuntungan lainnya adalah banyaknya hasil tambang dari material yang dikeluarkan dari dalam bumi. keanekaragaman hayati Indonesia. Keanekaragaman hayati ini nomor dua dunia setelah Brazil. Hutan hujan tropis kita merupakan salah satu paru-paru dunia. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar. Diantaranya adalah minyak, gas alam, timah, tembaga dan emas. Indonesia adalah pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia. Hasil pertanian yang utama termasuk kelapa sawit, beras, teh, kopi, rempahrempah dan karet.

A. Perkembangan Wilayah Administrasi Indonesia

Pada awalnya berdiri negara kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 8 provinsi yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945 yaitu sebagai berikut:
1. Sumatra
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. Sunda Kecil (kepulauan Nusa Tenggara)
6. Kalimantan
7. Sulawesi
8. Maluku

Hasil gambar untuk 8 provinsi

Pada tahun 1950, provinsi di Indonesia jumlahnya 11. Hasil pemekaran dari Provinsi Sumatra yaitu Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan. Provinsi Jawa Tengah dimekarkan menjadi Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perkembangan jumlah provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut :
• Pada tahun 1956, jumlah provinsi di Indonesia adalah 15 provinsi.
• Pada tahun 1957,jumlah provinsi di Indonesia ada17 provinsi.
• Pada tahun 1958, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
• Pada tahun 1959, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
• Pada tahun 1960, provinsi di Indonesia berjumlah 21 provinsi.
• Pada tahun 1967, provinsi di Indonesia berjumlah 25 provinsi.
• Pada tahun 1969, provinsi di Indonesia berjumlah 26 provinsi.
• Pada tahun 1976 , Timor Timur bergabung dengan Indonesia dan menjadi provinsi ke 27.
• Pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dan Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.
• Pada tahun 2000, Provinsi di Indonesia berjumlah 32 provinsi.
• Pada tahun 2002,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
• Pada tahun 2004,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.

Hasil gambar untuk 34 provinsi

Provinsi dan ibu Kota Provinsi

No. Provinsi Ibu Kota
1 Nanggroe Aceh Darussalam Banda Aceh
2 Sumatra Utara Medan
3 Sumatra Barat Padang
4 Riau Pekan Baru
5 Kepulauan Riau Bandar Seri Bentan
6 Jambi Jambi
7 Bengkulu Bengkulu
8 Sumatra Selatan Palembang
9 Bangka Belitung Pangkal Pinang
10 Lampung Bandar Lampung
11 DKI Jakarta Jakarta
12 Banten Serang
13 Jawa Barat Bandung
14 Jawa Tengah Semarang
15 DI Yogyakarta Yogyakarta
16 Jawa Timur Surabaya
17 Bali Denpasar
18 Nusa Tenggara Barat Mataram
19 Nusa Tenggara Timur Kupang
20 Kalimantan Barat Pontianak
21 Kalimantan Tengah Palangkaraya
22 Kalimantan Timur Samarinda
23 Kalimantan Selatan Banjarmasin
24 Sulawesi Utara Manado
25 Gorontalo Gorontalo
26 Sulawesi Tengah Palu
27 Sulawesi Barat Mamuju
28 Sulawesi Selatan Makassar
29 Sulawesi Tenggara Kendari
30 Maluku Ambon
31 Maluku Utara Sofifi
32 Papua Jayapura
33 Irian Jaya Barat Manokwari

Peta Wilayah Provinsi di Indonesia

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Hasil gambar untuk peta Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Didirikan :  7 Desember 1956
Luas Wilayah :  55.392 km2
Letak Astronomis :  2⁰ LU – 6⁰ LU dan 95⁰ BT-98⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Selat Malaka
Timur :  Provinsi Sumatra Utara
Selatan :  Samudra Hindia
Barat :  Samudra Hindia

Provinsi Sumatra Utara

Hasil gambar untuk peta Provinsi Sumatera Utara

Didirikan :  7 Desember 1956
Luas Wilayah :  71.680 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LU – 4⁰ LU dan 98⁰ BT- 100⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi NAD
Timur :  Selat Malaka
Selatan :  Provinsi Sumatra Barat dan Riau
Barat :  Samudra Hindia

Provinsi Sumatra Barat

Hasil gambar untuk Provinsi Sumatera Barat
Didirikan :  3 Juli 1956
Luas Wilayah :  49.333 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LU – 3⁰ LS dan 98⁰ BT- 102⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Sumatra Utara
Timur :  Provinsi Riau
Selatan :  Provinsi Jambi dan Bengkulu
Barat :  Samudra Hindia

Provinsi Riau

Hasil gambar untuk provinsi riau

Didirikan :  25 Juli 1958
Luas Wilayah :  94.561 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LU – 2⁰ LS dan 100⁰ BT – 105⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Sumatra Utara
Timur :  Selat Malaka dan Laut Cina Selatan
Selatan :  Provinsi Jambi
Barat :  Provinsi Sumatra Barat

Provinsi Kepulauan Riau

Hasil gambar untuk provinsi kepulauan riau

Didirikan :  24 September 2002
Luas Wilayah :  11.196 km2
Letak Astronomis :  4⁰ LU – 1⁰ LS dan 104⁰ BT – 107⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Singapura dan Laut Cina Selatan
Timur :  Provinsi Kalimantan Barat
Selatan :  Selat Karimata
Barat :  Provinsi Riau

Provinsi Jambi

Hasil gambar untuk provinsi jambi

Didirikan :  2 Juli 1958
Luas Wilayah :  53.436 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LS – 3⁰ LS dan 101⁰ BT – 104⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Riau
Timur :  Selat Berhala dan Laut Cina Selatan
Selatan :  Provinsi Sumatra Barat
Barat :  Provinsi Sumatra Barat

Provinsi Bengkulu

Hasil gambar untuk provinsi bengkulu

Didirikan :  12 September 1967
Luas Wilayah :  21.168 km2
Letak Astronomis :  2⁰ LS – 5⁰ LS dan 101⁰ BT – 104⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatra Barat
Timur :  Provinsi  Sumatra Selatan dan Jambi
Selatan :  Provinsi Lampung dan Samudra Hindia
Barat :  Samudra Hindia

Provinsi Sumatra Selatan

Hasil gambar untuk provinsi sumatera selatan

Didirikan :  14 Agustus 1950
Luas Wilayah :  113.339 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LS-5⁰ LS dan 102⁰ BT – 105⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Jambi
Timur :  Provinsi Bangka Belitung
Selatan :  Provinsi Lampung
Barat :  Provinsi Bengkulu

Provinsi Bangka Belitung

Hasil gambar untuk provinsi bangka belitung

Didirikan :  tahun 2000
Luas Wilayah :  13.664 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LS – 3⁰ LS dan 105⁰ – 108⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Cina Selatan
Timur :  Selat Karimata
Selatan :  Laut Jawa
Barat :  Selat Bangka

Provinsi Lampung

Hasil gambar untuk provinsi lampung

Didirikan :  13 Februari 1964
Luas Wilayah :  35.376 km2
Letak Astronomis :  4⁰ LS – 6⁰ LS dan 103⁰ BT – 106⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Sumatra Selatan
Timur :  Laut Jawa
Selatan :  Selat Sunda
Barat :  Samudra Hindia

Provinsi DKI Jakarta

Gambar terkait

Didirikan :  10 Febuari 1965
Luas Wilayah :  656 km2
Letak Astronomis :  6⁰ LS – 7⁰   LS dan 106⁰ BT – 108⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Jawa
Timur :  Provinsi Jawa Barat
Selatan :  Provinsi Jawa Barat
Barat :  Provinsi Banten

Provinsi Banten

 

Hasil gambar untuk provinsi banten

Didirikan :  tahun 2000
Luas Wilayah :  8.651 km2
Letak Astronomis :  6⁰ LS – 7⁰ LS dan 104⁰ BT – 107⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Jawa
Timur :  Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta
Selatan :  Samudra Hindia
Barat :  Selat Sunda

Provinsi Jawa Barat

Hasil gambar untuk provinsi jawa barat

Didirikan :  14 Juli 1950
Luas Wilayah :  44.176 km2
Letak Astronomis :  6⁰ LS – 7⁰ LS dan 106⁰ BT – 107⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi DKI Jakarta dan Laut Jawa
Timur :  Provinsi Jawa Tengah
Selatan :  Samudra Hindia
Barat :  Provinsi Banten

Provinsi Jawa Tengah

Hasil gambar untuk provinsi jawa tengah

Didirikan :  4 Juli 1950
Luas Wilayah :  34.864 km2
Letak Astronomis :  6⁰ LS – 8⁰ LS dan 108⁰ BT – 111⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Jawa
Timur :  Provinsi Jawa Timur
Selatan :  Samudra Hindia dan Provinsi DI Yogyakarta
Barat :  Provinsi Jawa Barat

Provinsi DI Yogyakarta

Hasil gambar untuk provinsi yogyakarta

Didirikan : 14 Maret 1950
Luas Wilayah :  3.142 km2
Letak Astronomis :  7⁰ LS – 8⁰ LS dan 110⁰ BT – 111⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Jawa Tengah
Timur :  Provinsi Jawa Tengah
Selatan :  Samudra Hindia
Barat :  Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Timur

Hasil gambar untuk provinsi jawa timur

Didirikan :  4 Maret 1950
Luas Wilayah :  47.921 km2
Letak Astronomis :  7⁰ LS – 8⁰ LS dan 111⁰ BT – 114⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Jawa
Timur :  Selat  Bali
Selatan :  Provinsi Jawa Tengah
Barat :  Samudra Hindia

Provinsi Bali

Hasil gambar untuk provinsi bali

Didirikan :  14 Agustus 1958
Luas Wilayah :  5.632 km2
Letak Astronomis :  7⁰ LS – 9⁰ LS dan 114⁰ BT – 116⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Bali
Timur :  Selat Lombok
Selatan :  Samudra Hindia
Barat :  Selat Bali

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Hasil gambar untuk provinsi ntb

Didirikan :  14 Agustus 1958
Luas Wilayah :  20.153 km2
Letak Astronomis :  8⁰ LS -9⁰ LS dan 115⁰ BT – 119⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Flores
Timur :  Selat Sape
Selatan :  Samudra  Hindia
Barat :  Selat  Lombok

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Hasil gambar untuk provinsi ntt

Didirikan :  14 Agustus 1958
Luas Wilayah :  47.389 km2
Letak Astronomis :  8⁰ LS – 12⁰ LS dan 118⁰ BT – 126⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Flores
Timur :  Selat Ombai
Selatan :  Samudra Hindia
Barat :  Selat Sape

Kalimantan Barat

Hasil gambar untuk provinsi kalimantan barat

Didirikan :  7 Desember 1956
Luas Wilayah :  146.807 km2
Letak Astronomis :  2⁰ LU – 3⁰ LS dan 108⁰ BT – 114⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Negara Malaysia
Timur :  Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur
Selatan :  Laut Jawa
Barat :  Laut Cina Selatan dan Selat Karimata

Provinsi Kalimantan Tengah

 

Hasil gambar untuk provinsi kalimantan tengah

Didirikan :  2 Juli 1958
Luas Wilayah :  153.800 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LU – 4⁰ LS dan 111⁰ BT – 116⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat
Timur :  Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan
Selatan :  Laut Jawa
Barat :  Provinsi Kalimantan Barat

Provinsi  Kalimantan Timur

Hasil gambar untuk provinsi kalimantan timur

Didirikan :  7 Desember 1956
Luas Wilayah :  211.446 km2
Letak Astronomis :  4⁰ LU – 3⁰ LS dan 113⁰ BT – 119⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Negara Malaysia
Timur :  Selat Makasssar dan Laut Sulawesi
Selatan :  Provinsi Kalimantan Selatan
Barat :  Negara Malaysia

Provinsi Kalimantan Selatan

Hasil gambar untuk provinsi kalimantan selatan

Didirikan :  7 Desember 1956
Luas Wilayah :  36.985 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LS – 4⁰ LS dan 114⁰ BT – 117⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Kalimantan  Timur
Timur :  Selat Makassar
Selatan :  Laut Jawa
Barat :  Provinsi Kalimantan Tengah

Provinsi Sulawesi Utara

Hasil gambar untuk provinsi sulawesi utara

Didirikan :  13 Desember 1960
Luas Wilayah :  25.768 km2
Letak Astronomis :  0⁰ LU – 3⁰ LU dan 123⁰ BT – 126⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Sulawesi
Timur :  Laut Maluku
Selatan :  Laut Maluku
Barat :  Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo

Hasil gambar untuk provinsi sulawesi gorontalo

Didirikan :  22 Desember 2000
Luas Wilayah :  10.804 km2
Letak Astronomis :  0⁰ LU – 1⁰ LU dan 121⁰ BT – 123⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Sulawesi
Timur :  Provinsi Sulawesi Utara
Selatan :  Teluk Tomini
Barat :  Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah

Hasil gambar untuk provinsi sulawesi tengah

Didirikan :  23 September 1964
Luas Wilayah :  68.033 km2
Letak Astronomis :  2⁰ LU – 3⁰ LS dan 120⁰ BT – 122⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Sulawesi
Timur :  Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan
Selatan :  Provinsi Sulawesi Tenggara
Barat :  Selat Makassar

Provinsi Sulawesi Barat

Hasil gambar untuk provinsi sulawesi barat

Didirikan :  tahun 2004
Luas Wilayah :  16.787 km2
Letak Astronomis :  1⁰ LS – 4⁰ LS dan 119⁰ BT – 120⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Sulawesi Tengah
Timur :  Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
Selatan :  Provinsi Sulawesi Selatan
Barat :  Selat Makasar

Provinsi Sulawesi Selatan

 

Hasil gambar untuk provinsi sulawesi selatan

Didirikan :  13 Desember 1960
Luas Wilayah :  62.482 km2
Letak Astronomis :  0⁰ – 7⁰ LS dan 119⁰ BT – 122⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
Timur :  Provinsi SulawesiTengggara
Selatan :  Laut Flores
Barat :  Selat Makassar

Provinsi Sulawesi Tenggara

Hasil gambar untuk provinsi sulawesi tenggara

Didirikan :  23 September 1964
Luas Wilayah :  38.140 km2
Letak Astronomis :  3⁰ LS – 6⁰ LS  dan 121⁰ BT – 124⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
Timur :  Laut Banda
Selatan :  Laut Flores
Barat :  Teluk Bone

Provinsi Maluku

Hasil gambar untuk provinsi maluku
Didirikan :  1 Juli 1958
Luas Wilayah :  85.728 km2
Letak Astronomis :  3⁰ BT –  9⁰ LS dan 126⁰ BT – 135⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Laut Seram
Timur :  Laut Seram
Selatan :  Laut Timor dan Laut Arafuru
Barat :  Laut Maluku

Provinsi Maluku Utara

Hasil gambar untuk provinsi maluku utara

Didirikan :  4 Oktober 1999
Luas Wilayah :  53.836 km2
Letak Astronomis :  3⁰ LU – 2⁰ LS dan 125⁰ BT – 130⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Samudra Pasifik
Timur :  Laut Halmahera
Selatan :  Laut Seram
Barat :  Laut Maluku

Provinsi Papua

Hasil gambar untuk provinsi maluku papua

Didirikan :  1969
Luas Wilayah :  –
Letak Astronomis :  1⁰ LS – 9⁰ LS dan 135⁰  BT – 141⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Samudra Pasifik
Timur :  Papua Nugini
Selatan :  Laut Arafuru
Barat :  Irian Jaya Barat

Provinsi Irian Jaya barat

Hasil gambar untuk provinsi irian jaya barat

Didirikan :  tahun 2004
Luas Wilayah :  –
Letak Astronomis :  0⁰ LS – 5⁰ LS dan 130⁰ BT – 135⁰ BT
Batas Wilayah
Utara :  Samudra Pasifik
Timur :  Provinsi Papua
Selatan :  Laut Arafuru
Barat :  Laut Seram dan Laut Halmahera

B. Menghitung Luas Wilayah Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan. Jumlah pulau yang kita miliki paling banyak
dibandingkan negara lain di dunia. Totalnya ada 17.508 pulau. Luas daratan kita ternyata lebih kecil dibandingkan dengan luas wilayah lautnya. Perbandingan luas daratan dengan lautan kita yaitu 2:3.

Wilayah Laut Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah lautan yang cukup luas. Wilayah daratannya terdiri dari beribu-ribu pulau. Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia, dengan ribuan pulau yang tersebar di khatulistiwa terletak pada posisi silang yang sangat strategis, yang berada di Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik.

Hasil gambar untuk wilayah laut indonesia

Wilayah Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 masih mengikuti Territoriale Zee en Maritieme Ordonantie tahun 1939. Lebar laut wilayah Indonesia 3 mil diukur dari garis air terendah dari masing-masing pantai pulau Indonesia, penetapan tersebut tidak menjamin kesatuan wilayah NKRI. Hal ini lebih terasa lagi bila dihadapkan pada pergolakan-pergolakan dalam negeri pada saat itu. Mengingat keadaan lingkungan alamnya, persatuan bangsa dan kesatuan wilayah negara menjadi tuntunan utama bagi terwujudnya kemakmuran dan keamanan. Atas pertimbangan tersebut, maka dikeluarkan Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957.

Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa letak geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil dengan sifat dan corak tersendiri. Deklarasi tersebut juga menyatakan bahwa demi keutuhan teritorial dan untuk melindungi kekayaan negara yang ada di dalamnya, pulau-pulau serta laut yang ada harus dianggap sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang ditetepkan UU No:4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

Hasil gambar untuk Deklarasi Djuanda

 

Sejak tahun 1960 luas wilayah berubah dari + 2 juta km2 menjadi + 5 juta km2, dengan 65 % wilayahnya terdiri atas laut atau perairan. Perairan laut Indonesia berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982 dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
1. Batas laut teritorial yaitu 12 mil dari titik terluar sebuah pulau ke laut bebas,. Berdasarkan batas tersebut, negara Indonesia memiliki kedaulatan atas air, bawah laut, dasar laut, dan udara di sekitarnya termasuk kekayaan alam di dalamnya.
2. Batas landas kontinen sebuah negara paling jauh 200 mil dari garis dasar ke laut bebas dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter. Ladas kontinen adalah dasar laut dari arah pantai ke tengah laut dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter.
3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) ditarik dari titik terluar pantai sebuah pulau sejauh 200 mil. Dengan bertambahnya luas perairan Indonesia, maka kekayaan alam yang terkandug di dalamnya bertambah pula. Oleh karena itu, Indonesia bertanggung jawab untuk melestarikan dan melindungi sumber daya alam dari kerusakan.

 

Hasil gambar untuk 3 zona laut indonesia

 

Untuk kepentingan persahabatan antar negara maka dlam konvensi Hukum Laut Internasional ditetapkan adanya lintas damai melalui laut teritorial. Yang dimaksud lintas damai adalah jalur wilayah laut teritorial yang boleh digunakan oleh pihak asing sepanjang tidak merugikan bagi kedamaian, ketertiban, dan keamanan negara yang berdaulat.

Laut selain berfungsi sebagai penghubung wilayah satu dengan yang lain dalam memperlancar hubungan transportasi, juga kekayaan yang terkandung di dalamnya sangat menopang kehidupan rakyat. Potensi yang ada di laut dapat menimbulkan masalah apabila pengelolaannya tanpa memperhatikan lingkungan.

Hasil gambar untuk 3 zona laut indonesia

Untuk mencegah kerusakan lingkungan laut maka beberapa usaha yang dapat dilakukan adalah :
1. Membatasi penggunaan beberapa macam alat penangkapan ikan.
2. Alat penangkap ikan berupa pukat harimau dilarang guna melindungi berbagai ikan tertentu.
3. memperhatikan daerah, jalur, dan musim penangkapan.
4. Mencegah pencemaran dan kerusakan, melakukan rehabilitasi, dan budidaya sumber daya ikan.
5. Membatasi daerah penangkapan.
6. Pengelolaan sumber daya alam dengan pendekatan lingkungan. Sumber daya alam harus digunakan secara nasional, tidak merusak lingkungan hidup, dilaksanakan dengan kebijaksanaan yang menyeluruh, dan memperhatikan generasi yang akan datang.
7. Membuat undang-undang untuk melindungi penyu dan melindungi pantai tempat penyu bertelur.
8. Mengeluarkan PP No. 17 tahun 1974 tentang Pengawasan Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi di daerah lepas pantai untuk menjaga terpeliharanya lingkungan laut.

Wilayah Darat

Luas daratan Indonesia 1.919.440 km². Daratan negara kita terluas ke 16 dunia. Luas
keseluruhan Indonesia adalah 5.176.797 km².

video perkembangan wilayah administrasi indonesia

Itulah sedikit materi tentang Perkembangan Sistem Administrasi Wilayah Indonesia, semoga bermanfaat,,

I. Pilihlah a, b, c atau d pada jawaban yang paling benar !
1. Pada awal proklamasi kemerdekaan Indonesia terdiri atas . . . provinsi.
a. 8                       c. 10
b. 9                      d. 11

2. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan status keistimewaannya
pada tahun . . . .
a. 1945 c. 1960
b. 1950 d. 1970

3. Ibu kota Provinsi Kepulauan Riau adalah . . . .
a. Pangkal Pinang                    c. Pekanbaru
b. Tanjung Pinang                    d. Medan

4. Deklarasi Djoeanda diumumkan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal . . . .
a. 2 Oktober 1960      c. 13 Desember 1957
b. 14 Februari 1957    d. 17 Agustus 1969

5. Indonesia terletak di antara dua landas kontinen yaitu Benua . . . .
a. Eropa dan Australia      c. Asia dan Eropa
b. Asia dan Afrika            d. Asia dan Australia

6. Selat Makassar menghubungkan dua pulau besar di Indonesia yaitu . . . .
a. Sulawesi dan Maluku                   c. Jawa dan Sumatra
b. Kalimantan dan Sulawesi           d. Bali dan Lombok

7. Riau kepulauan merupakan pemekaran dari Provinsi . . . .
a. Sumatra Selatan
b. Sumatra Tengah
c. Sumatra Barat
d. Riau

8. Provinsi yang paling kecil wilayahnya adalah . . . .
a. Banten
b. DKI Jakarta
c. DI Yogyakarta
d. DI Aceh

9. Batas sebelah utara provinsi banten adalah …
a. Laut jawa
b. Samudra hindia
c. Pulau kalimantan
d. Daerah istimewa yogyakarta

10. Batas laut selebar 12 mil laut dari batas laut teritorial atau 24 mil dari garis dasar disebut …
a. Lautan teritorial
b. Zona bersebelahan
c. Landas benua
d. Landas kontinen

Sumber: